Sejarah LDTQN
Lembaga Dakwah Tareka Qodiriyah Naqsyabandiyahm (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya didirikan pada hari Jumat tanggal 27 Ramadhan 1435 bertepatan dengan tanggal 25 Juli 2014 Masehi di Pondok Pesantren Suryalaya, dan didirikan sebagai wadah dalam mengimplementasikan ajaran Islam secara benar dan sungguh-sungguh melalui metode dan amaliyah TQN Pontren Suryalaya guna terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadilan, sejahtera lahir batin dan menjadi rahmat bagi semesta.
Perjalanan Sejarah
LDTQN Pontren Suryalaya
7 Rajab 1323 H / 5 September 1905
Pendirian Pondok Pesantren Suryalaya
Didirikan oleh Syekh H. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh) sebagai pondok pesantren tradisional dengan fokus pada pendidikan dan pengembangan Thariqat Qodiriyah Naqsyabandiyah.
1905 - 1956
Perjuangan dan Konsolidasi Awal
Abah Sepuh memperjuangkan eksistensi Pondok Pesantren Suryalaya selama lebih dari 50 tahun, menghadapi tantangan dari pemerintah kolonial Belanda dan masyarakat sekitar, serta mengembangkan pesantren dengan sumber daya terbatas.
1956
Wafatnya Abah Sepuh & Kepemimpinan Abah Anom
Abah Sepuh wafat pada usia 120 tahun. Kepemimpinan pesantren dan kemursyidan Thariqat Qodiriyah Naqsyabandiyah dilanjutkan oleh putranya, KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom), yang menghadapi tantangan seperti pemberontakan DI/TII dan peran aktif dalam menyadarkan eks anggota PKI.
1961
Pembentukan Yayasan Serba Bakti
Yayasan Serba Bakti didirikan untuk mendukung penyebaran Thariqat Qodiriyah Naqsyabandiyah, serta kegiatan pendidikan, dakwah, dan sosial. Yayasan ini juga membuka perwakilan di berbagai daerah di Indonesia.
1960 an–2011
Ekspansi Internasional (Masa Kepemimpinan Abah Anom)
Pada masa kepemimpinan Abah Anom, ajaran Thariqat Qodiriyah Naqsyabandiyah menyebar ke luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Australia, Eropa, dan Amerika. Pesantren ini semakin dikenal sebagai pusat spiritual dan pendidikan yang berpengaruh secara global.
2015
Pengakuan Resmi oleh Pemerintah
Pondok Pesantren Suryalaya secara resmi diakui oleh Kementerian Agama dengan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP): 5.0.0.0.32.06.0591 dan SK Izin Operasional No: 2359 Tahun 2015. Pengakuan ini memperkuat legitimasi pesantren sebagai lembaga pendidikan dan spiritual.
Berkelanjutan
Kontribusi Sosial dan Pendidikan
Pondok Pesantren Suryalaya tidak hanya fokus pada pendidikan spiritual, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, pertanian, kesehatan, dan pelestarian lingkungan hidup. Pesantren ini menjadi contoh lembaga yang holistik dan berkelanjutan.
Pasca-kepemimpinan Abah Anom
Warisan dan Keberlanjutan
Ajaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dan Pondok Pesantren Suryalaya terus dilestarikan oleh generasi penerus. Pesantren tetap menjadi pusat spiritual dan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, serta terus berkontribusi bagi masyarakat dan umat manusia.