Berpegang Teguh pada Ajaran Guru Mursyid
Allah Sangat Mengasihi Hamba-Hamba-Nya. Buktinya, Allah senantiasa memberikan rezeki, kesehatan, dan berbagai keperluan hidup kita tanpa meminta imbalan kepada kita. Allah terus memberi, walaupun Allah tidak membutuhkan amal kita. Allah hanya menegaskan bahwa siapa yang bersyukur atas nikmat Allah, maka akan ditambahkan lagi nikmatnya.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Mengapa Harus Berpegang Teguh pada Ajaran Guru Mursyid?
Karena kita membutuhkan Allah. Karena kita membutuhkan hidayah/petunjuk dan pembimbing/guru.
مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِ ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ وَلِيًّا مُّرْشِدًا
“Siapa yang dikehendaki Allah mendapat petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk. Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan seorang penolong pun yang dapat memberinya petunjuk.” (QS. Al-Kahf: 17)
1. Agar tidak tersesat di zaman fitnah, informasi palsu, dan hawa nafsu.
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf: 53)
2. Agar perjalanan spiritual terarah, tidak sekadar mengikuti perasaan atau tafsir sendiri.
مَن قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Barangsiapa yang berkata tentang (isi) Al-Qur’an tanpa ilmu, maka disediakan baginya tempat duduk di neraka.” (HR. At-Tirmidzi No. 4022, dinilai hasan sahih).
3. Agar mendapat keberkahan sanad, karena ilmu yang bersambung lebih terjaga dari kesalahan.
الإسنادُ مِنَ الدِّينِ، ولولا الإسناد لَقالَ مَن شاءَ ما شاء
“Sanad adalah bagian dari agama. Kalau bukan karena sanad, pasti siapa pun bisa berkata dengan apa yang dia kehendaki.”
4. Agar mendapat teladan nyata, bukan teori saja.
5. Karena setiap jalan menuju Allah membutuhkan pembimbing, seperti Nabi Musa a.s. pun membutuhkan bimbingan dan belajar kepada Khidir a.s.
مَن لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ الشَّيْطَانُ
“Siapa yang tidak memiliki guru (pembimbing), maka gurunya adalah setan.”
Kisah Murid yang Patuh kepada Gurunya
Ketaatan Imam Ahmad kepada Guru Mursyidnya
Imam Ahmad bin Hanbal sangat patuh kepada gurunya, Imam Syafi’i.
Beliau berkata:
“Aku keluar dari Baghdad menuju Mekah demi mendengar satu pelajaran dari Imam Syafi’i.”
Ketika gurunya memberikan pendapat, Imam Ahmad tidak berani menyanggah kecuali dengan sangat sopan.
Karena ketaatan itu, Allah mengangkat derajatnya sebagai imam besar.
Ketaatan Syekh Abdul Qadir al-Jilani kepada Gurunya
Dalam perjalanan menuntut ilmu, ibunya berpesan:
“Jangan berdusta, apa pun yang terjadi.”
Ketika bajunya digeledah oleh perampok, beliau jujur berkata bahwa ia membawa uang 40 dinar.
Ketua perampok terkejut dan bertanya mengapa beliau jujur.
Syekh berkata:
“Aku tidak ingin mengkhianati pesan ibuku, guruku yang pertama.”
Kejujuran kepada guru membuka pintu karamah dan kewalian beliau.
Murid Tarekat yang Taat dalam Ujian
Seorang murid tarekat diuji oleh guru mursyidnya:
“Bawalah ayam ini, sembelihlah di tempat yang tidak dilihat oleh siapa pun.”
Semua murid menyembelihnya, kecuali satu. Ia kembali membawa ayam hidup.
Guru bertanya, “Mengapa engkau tidak menyembelihnya?”
Murid menjawab:
“Guru, di mana pun saya pergi, Allah melihat saya.”
Guru tersenyum, “Engkaulah yang telah memahami tauhid.”
Inilah contoh murid sejati—patuh dalam adab, jujur dalam amanah, dan mendalam dalam pemahaman.
Berpegang teguhlah kepada guru mursyid yang alim, saleh, berakhlak, dan bersanad. Jadilah murid yang taat, tidak membangkang, tidak membantah dengan emosi, dan senantiasa menjaga adab.
Ambillah ajaran guru mursyid sebagai pegangan hidup, bukan sekadar pengetahuan. Karena keberkahan ilmu hadir melalui adab.
Semoga Allah mengokohkan kita dalam ajaran Al-Qur’an, Sunnah, dan bimbingan guru mursyid yang muktabar. Semoga kita menjadi murid yang taat, penuh adab, dan diberi taufik untuk istiqamah.
اللهم علمنا ما ينفعنا وانفعنا بما علمتنا… مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا
Penulis: Ustadz Hasanuddin