Bella Safira II – Ibu Bella Bersama Kafilah Tunanetra Goes to Suryalaya
Jakarta – Tasikmalaya, 22–23 Desember 2025
Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, secercah kisah inspiratif lahir dari kolaborasi dua lembaga: Ibu Bella Jakarta dan LDTQN Korwil DKI Jakarta. Melalui program bertajuk “Bella Safira II – Ibu Bella Bersama Kafilah Tunanetra Goes to Suryalaya”, sebanyak 48 peserta tunanetra dari Yayasan Tunanetra Raudhatul Firdaus berangkat menuju Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, dalam sebuah perjalanan rohani penuh makna.
Perjalanan Hati yang Menggetarkan
Selama dua hari, 22–23 Desember 2025, rombongan kafilah tunanetra melakukan perjalanan spiritual yang bukan hanya menempuh jarak fisik, tetapi juga menapaki perjalanan batin. Dengan pendamping dan panitia yang sigap, kegiatan ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk mendekat kepada Allah SWT dan Guru Mursyid, Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin RA.
Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi dan kepedulian. Menurut H. Abdul Latif, MA, Ketua LDTQN Korwil DKI Jakarta, “Memberangkatkan para tunanetra dengan segala keterbatasan dan tantangan teknis adalah hal yang tampak mustahil. Namun dengan kesungguhan dan kolaborasi, segalanya menjadi mungkin.”
Selain perjalanan rohani, para peserta juga mendapatkan talqin dzikir TQN, pembinaan ruhani sepanjang perjalanan, serta santunan sebesar Rp300.000 per orang. Kegiatan ini memastikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani, mengajarkan bahwa dzikir bukan sekadar amalan lisan, tetapi pembiasaan hidup yang menenangkan jiwa.
Belajar Melihat dengan Hati
Ketua Pelaksana Siti Rohimah menuturkan, “Perjalanan ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi perjalanan hati. Keterbatasan penglihatan tidak pernah membatasi cahaya iman dan ketulusan untuk mendekat kepada Allah SWT.”
Ia juga menambahkan pengalaman paling berkesan: “Secara dzohir, kamilah yang menuntun mereka. Tapi secara hakikat, mungkin justru kamilah yang mereka tuntun untuk belajar melihat dengan hati.”
Kegiatan ini tidak hanya menggugah rasa haru, tetapi juga menanamkan kesadaran mendalam tentang makna keikhlasan, kesederhanaan, dan cinta kepada sesama—nilai-nilai utama dalam ajaran TQN.
Kolaborasi Cinta dan Kepedulian
Dari sisi penyelenggara, Hj, Herlina Susanty, Ketua Ibu Bella Jakarta, menuturkan rasa syukurnya bisa membersamai saudara-saudara tunanetra yang merindukan perjumpaan dengan Guru Mursyid di Suryalaya. “Keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai tujuan. Melihat mereka tersenyum adalah pelajaran berharga bagi kami semua,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan inspirasi bagi masyarakat luas. Ia membangkitkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk beramal dan beribadah, tanpa memandang kondisi fisik.
Apresiasi untuk Para Donatur dan Pihak Pendukung
Kesuksesan Bella Safira II tak lepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat secara tulus, baik dalam bentuk materi, tenaga, maupun doa. Panitia menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, simpatisan, dan relawan yang telah berkontribusi dalam mewujudkan perjalanan ini.
Bantuan mereka menjadi bukti nyata bahwa semangat kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Seperti disampaikan oleh Siti Rohimah, “Kepercayaan para donatur dan dukungan semua pihak adalah energi besar di balik terlaksananya kegiatan ini. Semoga Allah SWT membalas dengan keberkahan dan pahala berlipat ganda.”
Tak lupa, apresiasi disampaikan kepada Yayasan Tunanetra Raudhatul Firdaus, para pendamping, panitia lapangan, dan seluruh pihak yang turut serta memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
Cermin Dakwah yang Membumi
Program Bella Safira II tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan model pemberdayaan spiritual dan sosial yang patut ditiru wilayah lain. Kolaborasi antara Ibu Bella Jakarta, LDTQN DKI Jakarta, dan Yayasan Tunanetra Raudhatul Firdaus menunjukkan bahwa dakwah bisa dikemas dengan humanitas dan empati, menghadirkan keberkahan bagi semua pihak.
Dengan semangat “melihat dengan hati”, program ini menjadi bukti bahwa iman dan kasih sayang mampu menembus batas keterbatasan fisik. Seperti disampaikan oleh Siti Rohimah, “Semoga Bella Safira terus menjadi jalan amal, jalan silaturahmi, dan jalan penyucian niat.”
Kontributor dan Narasumber
- Kontributor Laporan: LDTQN DKI Jakarta & Ibu Bella Jakarta
- Narasumber:
- Abdul Latif, MA – Ketua LDTQN Korwil DKI Jakarta
- Herlina Susanty – Ketua Ibu Bella Jakarta
- Siti Rohimah – Ketua Pelaksana Bella Safira II
- Didukung oleh: Yayasan Tunanetra Raudhatul Firdaus
- Didukung penuh oleh para Donatur & Relawan Bella Safira II 2025
Catatan Kontributor
Kegiatan Bella Safira II (22–23 Desember 2025) adalah bukti nyata bagaimana sinergi masyarakat, lembaga sosial, dan spiritualitas dapat melahirkan gerakan kemanusiaan yang membumi. Ia bukan sekadar perjalanan menuju Suryalaya, tetapi perjalanan menuju kedalaman hati—tempat iman, kasih, dan kepedulian bertemu dalam satu langkah.

