
Haji, Ibadah Menuju Kesucian
Di bulan Dzula’dah identik dengan keberangkatan tamu-tamu Allah SWT yang akan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci untuk menyempurnakan rukun Islam yang ke lima.
Secara bahasa, haji artinya menyengaja atau menuju ke suatu tempat yang agung. Adapun secara istilah, haji adalah menyengaja datang ke Baitullah atau Ka’bah untuk melaksanakan amalan-amalan tertentu pada waktu dan cara tertentu sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya : "Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus datang dari segala penjuru yang jauh".{ QS. Al Hajj : 27}
Di dalam hadis, Rasul SAW bersabda : Ambillah dariku manasik {tata cara} haji kalian {HR. Muslim}
Sedangkan perintah haji di dalam surat Ali Imran : 97, mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup atau mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah, sehingga menjadi satu kewajiban bagi mereka yang diberikan kemampuan oleh Allah secara harta yang berlebih.
Islam dibangun atas lima perkara dan di antaranya adalah ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu. Di dalam ibadah haji ada rukun haji yaitu ihram, wuquf di arafah, tawaf Ifadhah, sa’i antara shafa dan marwah, tahalul, dan tertib. Sedangkan wajib haji ialah niat dari miqat, bermalam di muzdalifah, melontar jumrah, bermalam di mina, tawaf ifadhah. Adapun sunah haji adalah membaca talbiah, mandi sebelum ihram, shalat sunah ihram, menyembelih hewan qurban bagi haji yang tamattu atau qiran.
Sedangkan syarat wajib haji ialah beragama Islam, baligh, berakal, merdeka, dan mampu. Yang membatalkan haji, yakni:
tidak wuquf di arafah, hubungan suami istri sebelum tahalul awal, meninggalkan salah satu rukun.
Larangan dalam haji ialah memotong rambut / kuku, melakukan rafats {berkata keji, atau berbuat mesum, fasik /maksiat, jidal {berbantah-bantahan}, berburu hewan darat dalam ihram.
Sehingga manfaat dan keutamaan haji sebagai pembersih dosa. Dikarenakan dari umrah ke umrah sebagai kifarat atau Allah bersihkan segala dosa kita. Selain itu haji melatih kesabaran dan pengendalian diri kita dan juga simbol persatuan umat Islam. Sedangkan keutamaan haji adalah sebagaimana sabda Rasulullah, haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga. Barang siapa berhaji karena Allah kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.
Sedangkan bagi mereka yang mampu tapi tidak mau berhaji maka mendapatkan ancaman dari Allah yang disabdakan oleh baginda Rasulullah Saw, "barang siapa yang memiliki bekal dan kendaraan yang dapat menyampaikannya ke baitullah dan iya tidak berhaji maka matinya dalam keadaan yahudi atau nasrani {HR. Tirmizi dan hasan}. Demikianlah uraian haji yang bisa kami sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf.
Penulis : H. Ferry Junaedi