Oleh: Rakhmad Zailani Kiki
Ikhwan TQN Suryalaya, DPS DPF & Pengasuh Pesantrentaqrib.com
Banyak orang yang bertarekat, tapi kurang beradab dan berakhlak. Bahkan di antara mereka sibuk membersihkan qolbu dengan dzikir tapi qalbunya tetap keras. Apa penyebabnya?
Di antara penyebabnya karena melupakan untuk mendidik diri dan membiasakan diri dengan empat sikap, yaitu: hayyin, layyin, qarib, dan sahl.
Mengenai empat sikap ini, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟, قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ: ” كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ قَرِيبٍ سَهْلٍ“
Dari Abdillah bin Mas’ud radhiyallahu anhu ia berkata: telah bersabda rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
“Maukah kamu aku tunjukkan orang yang diharamkan neraka baginya?" Para sahabat menjawab: "tentu saja wahai Rasulallah!"
Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab: “(Haram tersentuh api neraka orang yang) Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.” (HR. At-Tirmidzi).
Penjelasan dari empat sikap ini adalah:
1. Hayyin (هَيِّنٍ)
"Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya.
2.Layyin (لَيِّنٍ)
"Orang yang lembut dan santun baik bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri, tidak galak, tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat denganya. Tidak suka melakukan pemaksaan. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk orang lain.
3. Qariib (قَرِيبٍ)
"Akrab, ramah diajak bicara, menyenagkan bagi orang yang diajak bicara. wajahnya selalu berseri-seri dan murah senyum jika bertemu orang serta selalu menebar salam.
4. Sahl(سَهْلٍ)
"Orang yang tidak mempersulit sesuatu, selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan tidak membuat orang lain susah.
Dari keempat sikap ini, ada yang perlu menjadi perhatian khusus bagi para pengamal tarekat, yaitu tentang sikap layyin.
Suatu hari seorang laki-laki datang mengadu kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam tentang qalbunya yang keras (qaswatul qalb). Rasulullah SAW menjawab:
إن أردت تلين قلبك، فأطعم المسكين، وامسح رأس اليتيم
Artinya: “Jika kamu ingin melunakkan (layyin) qalbumu maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR al-Hakim dalam al-Mustadrak).
Jadi orang yang bertarekat atau sering berdzikir belum tentu hatinya lunak. Karena dzikir itu untuk membersihkan qalbu, bukan melunakan qalbu. Jika ingin melunakan qalbu, berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.
Akhir kalam, semoga kita sebagai pengamal tarekat memiliki sikap yang hayyin, layyin, qariib dan sahl; yang memiliki qalbu yang bersih dan juga lunak. Aamiin Yaa Arhamarraahimiin 🤲
Start writing here...