Skip ke Konten

Suara Irsyad Pangersa Abah Anom QS, Menembus Batas

Pak Apud adalah sesepuh ikhwan TQN Suryalaya dari Leuwidahu Tasikmalaya. Pernah suatu ketika Pak Apud akan sowan kpd Pangersa Abah Anom qs. Pada saat Pak Apud masih berada di luar madrasah. 

Tiba-tiba terdengar suara Pangersa Abah memanggil namanya: “Pud, sini…!” Lho dari siapa Pangersa Abah tahu nama saya? Demikian kata hati Pak Apud merasa takjub. Lalu ia segera masuk menghampiri Pangersa Abah sambil berkata: “Iyaa, Abah..?” “Di sini aja berdiri di samping Abah..” Kata Pangersa Abah sambil tersenyum. Maka Pak Apud langsung berdiri di samping Pangersa Abah. 

Padahal ketika itu Pangersa Abah sedang menerima kunjungan para jenderal TNI AD. Maka ketika para jenderal bermushafahah mencium tangan Pangersa Abah setelah itu mereka juga mencium tangan Pak Apud. 

Tentu para jenderal menganggap Pak Apud termasuk seorang kiai besar di lingkungan Pontren Suryalaya. Padahal Pak Apud hanya seorang murid biasa dari desa yg berusaha istiqamah mengamalkan dzikrullah. 

Di lain waktu ketika Pangersa Abah sedang berada di madrasah, sedangkan Pak Apud berada di Masjid Nurul Asror Pontren Suryalaya. Tiba-tiba dgn jelas Pak Apud mendengar suara ruhani Pangersa Abah: “Pud, puasa empat puluh hari…” Walaupun tdk bertanya lagi secara langsung kpd Pangersa Abah, segera saja Pak Apud melaksanakan perintah tersebut. 

Beberapa waktu kemudian ketika berjumpa dgn Pangersa Abah, maka Pak Apud berkata tentang riyadhah puasanya: “Abah, saya punya pekerjaan..” “Jangan lebih dari empat puluh hari yaa, Pud..” Kata Pangersa Abah mengingatkan. Subhaanallaah! Inilah bimbingan seorang Wali Mursyid yg kamil mukammil. 

Bimbingan irsyadnya konsisten baik disampaikan secara ruhani mau pun diucapkan secara nyata. Bahkan hanya krn berdampingan dengannya saja seorang murid biasa bisa mendapatkan kehormatan dunia. Jadi, bimbingan irsyad Pangersa Abah bisa menembus batas dimensi & menembus batas martabat. Alhamdulillaah.. Wallaahu a’lam.. 

Penulis : Ust. H. Andhika Darmawan, ST

di dalam Manqabah
Masuk untuk meninggalkan komentar