PANGERSA ABAH ANOM QS
MENYAKSIKAN PERJALANAN LAHIRIAH DAN BATINIAH MURIDNYA
PANGERSA ABAH ANOM QS
Ada pengalaman yang mengesankan dari Hajjah Zulaiha, seorang ibu dari Buahbatu, Bandung, ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Suryalaya pada tahun 1985-1986. Saat itu, beliau membawa oleh-oleh berupa makanan untuk dipersembahkan kepada Pangersa Abah Anom QS.
Namun, setibanya di ruang makan Madrasah, Hajjah Zulaiha melihat hidangan yang begitu melimpah. Ia pun ragu untuk menyerahkan oleh-olehnya, khawatir makanan tersebut tidak sempat disantap dan justru menjadi mubazir. Akhirnya, beliau memutuskan untuk membawa oleh-olehnya ke Inabah 2 Putri di Ciamis.
Sesampainya di Inabah 2 Putri, Hajjah Zulaiha kembali mendapati situasi yang sama—hidangan melimpah ruah. Merasa bahwa makanan tersebut mungkin lebih bermanfaat di Suryalaya, ia pun membawa oleh-oleh itu kembali ke Madrasah di Pondok Pesantren Suryalaya.
Setelah menyerahkan makanan tersebut, Hajjah Zulaiha berkesempatan bertemu dengan Pangersa Abah Anom QS. Dengan senyuman yang sarat makna, Pangersa Abah berkata, “Sudah dibawa ke sana, kenapa dibawa ke sini lagi?”
Maa syaa Allah! Hajjah Zulaiha tertegun mendengar perkataan tersebut. Perjalanan oleh-olehnya, yang berpindah dari Madrasah ke Inabah dan kembali lagi ke Madrasah, ternyata diketahui oleh Pangersa Abah tanpa ada yang memberi tahu.
Kejadian ini mengandung hikmah mendalam: bahwa seorang Wali Mursyid tidak hanya mengetahui perjalanan lahiriah muridnya, tetapi juga perjalanan batiniahnya. Sungguh, Alhamdulillah, atas kebesaran Allah SWT. Wallaahu a’lam.
Andika&Rohdian