Skip ke Konten

Pangersa Abah Anom QS: Menumbuhkan Kesadaran Seorang Profesor Penulis Hebat


Profesor Doktor Kiai Haji Abu Bakar Aceh adalah seorang ulama intelektual sekaligus penulis produktif yang dikenal luas. Di kalangan Ikhwan TQN Suryalaya, beliau dikenang sebagai penerjemah pertama kitab Miftahus Shudur.


Pada era 1970-an, Prof. Abu Bakar Aceh untuk pertama kalinya berkunjung ke Pondok Pesantren Suryalaya. Kehadirannya disambut hangat oleh Pangersa Abah Anom QS di Madrasah.


Dalam suasana perbincangan yang penuh keakraban, Prof. Abu Bakar menceritakan karya-karyanya yang telah banyak diterbitkan. Pangersa Abah Anom mendengarkan dengan penuh perhatian. Setelah mendengar paparan panjang lebar tersebut, dengan santun dan tenang, Pangersa Abah bertanya, “Jadi, sudah berapa buku yang diamalkan?”


Maa syaa Allah! Pertanyaan sederhana namun mendalam itu langsung menyentuh hati Prof. Abu Bakar Aceh. Beliau tiba-tiba tersadar bahwa ilmu sejatinya hanya bermanfaat jika diiringi pengamalan. Segala amal yang dilakukan, pada akhirnya, bermuara pada kehadiran dzikrullah di dalam qalbu.


Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, Prof. Abu Bakar kemudian meminta untuk ditalqin dzikir oleh Pangersa Abah. Kejadian ini menjadi momen penting dalam perjalanan spiritual beliau.


Alhamdulillah, sebuah pelajaran berharga bahwa ilmu tanpa amal hanyalah kesia-siaan. Wallaahu a’lam.

di dalam Manqabah
Masuk untuk meninggalkan komentar